Jumat, 10 Juni 2022

MT. ALFAJAR PASCA CORONA


MT. AL-FAJAR BERBENAH


Alale09/06/22. Pasca Coronavirus, majelis taklim aL-FAJAR berbenah dengan beberapa program tambahan, sesuai arahan kepala KUA Suwteng



Terimakasih kepada Kepala KUA Kec.Suwawa Tengah Bapak AWEN TONGKONOO, S. SOS. I, MH, yang dengan ikhlas menghadiri sekaligus menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar di Kementerian Agama Kab.Bone Bolango





Selasa, 18 Februari 2020

ASPEK KESIAPAN RAMADHAN 1441 H/2020 M



IQRO' 6 Hal.18.
KBM. Al-Fajar (Alale) Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim, TPQ dll yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk Zakat Fitrah, infaq dan sedekah, karena hal itu di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Aamiinn.copas.[charlesFKPAI]

Jumat, 14 Februari 2020

IQRO' 6 Hal.16



KBM.Al-Fajar (Alale) Disebutkan dalam sahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR.Muslim:2699)
Hadits ini menerangkan bahwa seorang yang keluar untuk menuntut ilmu, akan menjadi sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga. Mengapa demikian? Ya, tatkala seorang muslim mempelajari agamanya dengan penuh keikhlasan, maka dia akan dimudahkan untuk memahami mana yang baik dan mana yang buruk, antara yang halal dan yang haram, yang haq dan yang batil, lalu dia berusaha mengamalkan apa yang telah ia ketahui dari ilmu tersebut, sehingga ia menggabungkan antara ilmu dan amal dengan keikhlasan dan mengikuti bimbingan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , maka dia menjadi seorang hamba yang diridhai-Nya, dan tiada balasan dari Allah Ta’ala bagi hamba yang diridhai-Nya melainkan surga.[charles/FKPAI]

Kamis, 13 Februari 2020

Amaliyah Rutin MT. KBM.Al-Fajar






Masyarakat islami tidak didapat hanya dengan label semata,namun usaha dan amaliyah para ulama,tokoh agama,pemerintah,serta semua elemen, sehingga cita-cita negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur akan terwujud.

Upaya inilah yang menjadi dasar dibentuknya MT. Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) Al-Fajar Desa Alale,
KBM Desa Alale ini terbagi menjadi 3 kelompok dan bergabung di beberapa tempat, dengan metode BBQS serta IQRO dalam pembinaannya.

Perencanaan kedepan KBM ini, pasca pembelajaran metode, akan di lakukan metode lanjutan yaitu Tahsinul Qiro'ah